Kamis, 05 Januari 2012
di
01.29
|
By:
Fatimah Az-Zahra
Di dalam Alquran baik atau
kebaikan menggunakan kata ihsan birr dan ishlah. Kata ihsan bisa dilihat pada
firman Allah yg artinya “Dan siapakah yg lbh baik agamanya daripada orang yg
ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah sedang dia pun mengerjakan kebaikan dan
ia mengikuti agama Ibrahim yg lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi
kesayangan-Nya.” . Bila dikaitkan dgn hadis tentang kedatangan Jibril kepada
Nabi Muhammad saw ihsan adl perbuatan baik yg dilakukan oleh seseorang krn
merasakan kehadiran Allah dalam dirinya atau dia merasa diawasi oleh Allah SWT
yg membuatnya tidak berani menyimpang dari segala ketentuan-Nya. Adapun kata
baik dalam arti birr bisa dilihat pada firman Allah yg artinya “Bukanlah
menghadapkan wajahmu ke timur maupun ke barat itu suatu kebaikan tetapi
sesungguhnya kebaikan itu ialah beriman kepada Allah hari akhir malaikat kitab
dan nabi-nabi serta memberikan harta yg dicintainya kepada kerabatnya anak-anak
yatim orang miskin musafir dan orang-orang yg meminta-minta; dan hamba sahaya
mendirikan salat menunaikan zakat; dan orang-orang yg menepati janjinya apabila
ia berjanji dan orang-orang yg sabar dalam kesempitan penderitaan dan dalam
peperangan. Mereka itulah orang-orang yg benar ; dan mereka itulah orang-orang
yg bertaqwa.” . Bila kita kaji ayat-ayat tentang kata al-birr termasuk ayat di
atas maka akan didapat kesimpulan bahwa kebaikan itu menurut Mahmud Syaltut
dalam tafsirnya membaginya menjadi tiga yakni birr dalam aqidah birr dalam amal
dan birr dalam akhlak. Adapun kata baik dgn menggunakan kata ishlah terdapat
dalam banyak ayat misalnya pada firman Allah yg artinya “Tentang dunia dan
akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim katakanlah ‘Mengurus urusan mereka secara patut adl baik’.” . Islah
digunakan penggunaannya dalam kaitan hubungan yg baik antara sesama manusia di
dalam Ensiklopedi Hukum Islam jilid 3 hal 740 dinyatakan “Islah merupakan
kewajiban umat Islam baik secara personal maupun sosial. Penekanan islah ini
lbh terfokus pada hubungan antara sesama umat manusia dalam rangka pemenuhan
kewajiban kepada Allah SWT.” Di dalam Alquran Allah SWT menegaskan bahwa
manusia diciptakan dalam bentuk yg sebaik-baiknya. Namun kemuliaan manusia
ternyata tidak terletak pada keindahan fisiknya. Kalau manusia dianggap mulia
dgn sebab badannya yg besar tentu akan lbh mulia binatang ternak seperti sapi
kerbau unta gajah dan sebagainya yg memiliki berat badan yg jauh lbh berat.
Karenanya bila manusia hanya mengandalkan kehebatan dan keagungan dirinya pada
berat badan dia bisa lbh rendah kedudukannya daripada binatang ternak yg
kemuliaannya terletak pada berat badannya. Allah SWT berfirman yg artinya “Dan
sesungguhnya Kami jadikan utk isi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan
manusia mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya utk memahami dan
mereka mempunyai mata tidak dipergunakannya utk melihat dan mereka mempunyai
telinga tidak dipergunakannya utk mendengar . Mereka itu seperti binatang
ternak bahkan mereka lbh sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yg lalai.”. Oleh
krn itu kemuliaan manusia bisa kita pahami dari iman dan amal saleh atau
kebaikannya dalam bersikap dan bertingkah laku di mana pun dia berada dan dalam
keadaan bagaimanapun situasi dan kondisinya. Itu sebabnya semakin banyak perbuatan
baik yg dilakukannya maka akan semakin mulia harkat dan martabatnya di hadapan
Allah SWT. Di sinilah letak pentingnya bagi kita utk berloma-lomba dalam
kebaikan sebagaimana firman Allah yg artinya “Dan bagi tiap-tiap umat ada
kiblatnya yg ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu kebaikan. Di
mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian .
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” . Jalan Menuju Amal Baik
Meskipun kebaikan kita sadari sebagai sesuatu yg harus kita laksanakan ternyata
tidak sedikit orang yg tidak antusias utk melakukan kebaikan itu. Karena itu
ada beberapa hal yg bisa dijadikan resep bagi seseorang agar bersemangat
melakukan kebaikan.
Niat yg Ikhlas Niat yg ikhlas merupakan faktor penting dalam tiap amal.
Karena dalam banyak amal di dalam Islam niat yg ikhlas merupakan rukun
terpenting dan pertama. Niat yg ikhlas krn Allah dalam melakukan kebaikan akan
membuat seseorang memiliki perasaan yg ringan dalam mengerjakan amal-amal yg
berat sekalipun apalagi bila amal kebaikan itu tergolong amal yg ringan.
Sedangkan tanpa keikhlasan jangankan amal yg berat amal yg ringan pun akan
terasa menjadi berat. Disamping itu keikhlasan akan membuat seseorang
berkesinambungan dalam amal kebaikan. Orang yg ikhlas tidak akan bersemangat
krn dipuji dan tidak akan lemah krn dicela. Ada pujian atau celaan tidak akan
membuatnya terpengaruh dalam melakukan kebaikan.
Cinta Kebaikan dan Orang Baik Seseorang akan antusias melaksanakan
kebaikan manakala pada dirinya terdapat rasa cinta pada kebaikan hal ini krn
mana mungkin seseorang melakukan suatu kebaikan apabila dia sendiri tidak suka
pada kebaikan itu. Oleh krn itu rasa cinta pada kebaikan harus kita tanamkan ke
dalam jiwa kita masing-masing sehingga kita akan menjadikan tiap bentuk
kebaikan sebagai bagian yg tidak akan terpisahkan dalam kehidupan kita ini akan
membuat kebaikan selalu menyertai kehidupan ini. Disamping cinta kepada
kebaikan akan kita suka melakukan kebaikan harus tertanam juga di dalam jiwa
kita rasa cinta kepada siapa saja yg berbuat baik hal ini akan membuat kita
ingin selalu meneladani dan mengikuti segala bentuk kebaikan siapa pun yg
melakukannya. Allah SWT telah menyebutkan kecintaan-Nya kepada siapa saja yg
berbuat baik karenanya kita pun harus mencintai mereka yg berbuat baik. Allah
berfirman yg artinya “Dan belanjakanlah di jalan Allah dan janganlah kamu
menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan dan berbuat baiklah krn
sesungguhnya Alllah mencintai orang-orang yg berbuat baik.” .
Merasa Beruntung bila Melakukan Kebakan Berbuat baik merupakan sesuatu yg
sangat mulia krn itu seseorang akan melakukan kebaikan apabila dgn kebaikan itu
dia merasa memperoleh keberuntungan baik di dunia maupun di akhirat. Ada banyak
keuntungan yg akan diperoleh manusia bila ia berbuat baik. Pertama selalu
disertai oleh Allah SWT lihat QS 16 128. Kedua menambah keni’matan untuknya
lihat QS 2 58; 7 161; 33 29. Ketiga dicintai Allah lihat QS 7 161; 5 13; 2 236;
3 134; 3 148; 5 96. Keempat memperoleh rahmat Allah lihat QS 7 56. Kelima
memperoleh pahala yg tidak disia-siakan Allah SWT lihat QS 9 120; 11 115; 12
56. Keenam dimasukkan ke dalam surga lihat QS 5 85; 39 34; 6 84; 12 22; 28 14;
37 80.
Merasa Rugi ila Meninggalkan Kebaikan Apabila seseorang merasa beruntung
dgn kebaikan yg dilakukannya dgn sejumlah keutamaan yg disebutkan dalam Alquran
maka bila seseorang tidak berbuat baik dia akan merasa sangat rugi baik di
dunia ini maupun di akhirat kelak. Bagi seorang mukmin bagaimana mungkin dia
tidak merasa rugi bila tidak melakukan kebaikan krn kehidupan ini memang harus
dijalani utk mengabdi kepada Allah SWT yg merupakan puncak dari segala bentuk
kebaikan yg harus dijalani. Manakala di dunia ini seseorang sudah merasa rugi
maka di akhirat pun dia akan merasa rugi krn apa yg dilakukan seseorang dalam
kehidupannya di dunia akan sangat berpengaruh di akhirat krn kehidupan akhirat
pada hakikatnya adl hasil dari kehidupan di dunia bila seseorang berlaku baik
di dunia dia akan memperoleh keberuntungan di akhirat disamping keberuntungan
di dunia sedangkan bila seseorang tidak melakukan kebaikan di dunia maka dia
akan memperoleh kerugian di dunia dan penyesalan yg sangat dalam di akhirat
kelak sebagai bentuk dari mengabaikan nilai-nilai Islam. Allah SWT berfirman yg
artinya “Barangsiapa mencari selain Islam sebagai agamanya maka sekali-kali
tidaklah akan diterima daripadanya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yg
rugi.” .
Meneladani Generasi yg Baik Perbuatan baik dan yg lbh baik lagi akan
dilakukan oleh seorang muslim apabila dia mau meneladani orang yg berbuat baik
hal ini menjadi penting krn dgn demikian dia menyadari bahwa meskipun
perasaannya sudah banyak perbuatan baik yg dilakukannya tetap saja dia merasa
masih sedikit dibanding orang lain yg jauh lbh baik dari dirinya hal ini akan
memicu semangatnya utk berbuat baik yg lbh banyak lagi. Karena itu idealnya
seorang mukmin bisa menjadi seperti cermin bagi mukmin lainnya sehingga
manakala seseorang mengenal dan memperhatikann dirinya akan merasakan begitu
banyak kekurangan termasuk dalam hal berbuat baik.
Memahami Ilmu Kebaikan Bagi seorang muslim tiap amal yg dilakukannya
tentu harus didasari pada ilmu semakin banyak ilmu yg dimiliki dipahami dan
dikuasai insya Allah akan makin banyak amal yg bisa dilakukannya sedangkan
makin sedikit pemahaman atau ilmu seseorang akan semakin sedikit juga amal yg
bisa dilakukannya apalagi belum tentu orang yg mempunyai ilmu secara otomatis
bisa mengamalkannya. Ini berarti seseorang akan semakin terangsang utk
melakukan kebaikan manakala dia memahami ilmu tentang kebaikan itu. Kebaikan yg
Diterima Setiap kebaikan yg dilakukan seseorang tentu harus menghasilkan
penilaian yg positif dari Allah SWT. Paling tidak ada dua kriteria tentang
kebaikan yg diterima oleh Allah SWT. Pertama ikhlas dalam beramal yakni
melakukan suatu amal dgn niat semata-mata ikhlas krn Allah SWT atau tidak riya
dalam arti mengharap pujian dari selain Allah SWT. Karena itu dalam hadis yg
terkenal Rasulullah saw bersabda yg artinya “Sesungguhnya amal itu sangat
tergantung pada niatnya.” Kedua melakukan kebaikan itu secara benar hal ini krn
meskipun niat seseorang sudah baik bila dalam melakukan amal dgn cara yg tidak
baik maka hal itu tetap tidak bisa diterima oleh Allah SWT krn ini termasuk
bagian dari mencari selain Islam sebagai agama hidupnya yg jelas-jelas akan
ditolak Allah SWT sebagaimana yg sudah disebutkan pada QS 3 85 di atas.
Akhirnya menjadi jelas bagi kita bahwa hidup ini harus kita jalani utk mengabdi
kepada Allah SWT yg terwujud salah satunya dalam bentuk melakukan kebaikan dan
masing-masing orang harus berusaha melakukan kebaikan sebanyak mungkin sebagai
bentuk kongkret dari perwujudan kehidupan yg baik di dunia dan ini pula yg akan
menjadi bekal bagi manusia dalam menjalani kehidupannya di akhirat kelak.
Di dalam Alquran baik atau
kebaikan menggunakan kata ihsan birr dan ishlah. Kata ihsan bisa dilihat pada
firman Allah yg artinya “Dan siapakah yg lbh baik agamanya daripada orang yg
ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah sedang dia pun mengerjakan kebaikan dan
ia mengikuti agama Ibrahim yg lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi
kesayangan-Nya.” . Bila dikaitkan dgn hadis tentang kedatangan Jibril kepada
Nabi Muhammad saw ihsan adl perbuatan baik yg dilakukan oleh seseorang krn
merasakan kehadiran Allah dalam dirinya atau dia merasa diawasi oleh Allah SWT
yg membuatnya tidak berani menyimpang dari segala ketentuan-Nya. Adapun kata
baik dalam arti birr bisa dilihat pada firman Allah yg artinya “Bukanlah
menghadapkan wajahmu ke timur maupun ke barat itu suatu kebaikan tetapi
sesungguhnya kebaikan itu ialah beriman kepada Allah hari akhir malaikat kitab
dan nabi-nabi serta memberikan harta yg dicintainya kepada kerabatnya anak-anak
yatim orang miskin musafir dan orang-orang yg meminta-minta; dan hamba sahaya
mendirikan salat menunaikan zakat; dan orang-orang yg menepati janjinya apabila
ia berjanji dan orang-orang yg sabar dalam kesempitan penderitaan dan dalam
peperangan. Mereka itulah orang-orang yg benar ; dan mereka itulah orang-orang
yg bertaqwa.” . Bila kita kaji ayat-ayat tentang kata al-birr termasuk ayat di
atas maka akan didapat kesimpulan bahwa kebaikan itu menurut Mahmud Syaltut
dalam tafsirnya membaginya menjadi tiga yakni birr dalam aqidah birr dalam amal
dan birr dalam akhlak. Adapun kata baik dgn menggunakan kata ishlah terdapat
dalam banyak ayat misalnya pada firman Allah yg artinya “Tentang dunia dan
akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim katakanlah ‘Mengurus urusan mereka secara patut adl baik’.” . Islah
digunakan penggunaannya dalam kaitan hubungan yg baik antara sesama manusia di
dalam Ensiklopedi Hukum Islam jilid 3 hal 740 dinyatakan “Islah merupakan
kewajiban umat Islam baik secara personal maupun sosial. Penekanan islah ini
lbh terfokus pada hubungan antara sesama umat manusia dalam rangka pemenuhan
kewajiban kepada Allah SWT.” Di dalam Alquran Allah SWT menegaskan bahwa
manusia diciptakan dalam bentuk yg sebaik-baiknya. Namun kemuliaan manusia
ternyata tidak terletak pada keindahan fisiknya. Kalau manusia dianggap mulia
dgn sebab badannya yg besar tentu akan lbh mulia binatang ternak seperti sapi
kerbau unta gajah dan sebagainya yg memiliki berat badan yg jauh lbh berat.
Karenanya bila manusia hanya mengandalkan kehebatan dan keagungan dirinya pada
berat badan dia bisa lbh rendah kedudukannya daripada binatang ternak yg
kemuliaannya terletak pada berat badannya. Allah SWT berfirman yg artinya “Dan
sesungguhnya Kami jadikan utk isi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan
manusia mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya utk memahami dan
mereka mempunyai mata tidak dipergunakannya utk melihat dan mereka mempunyai
telinga tidak dipergunakannya utk mendengar . Mereka itu seperti binatang
ternak bahkan mereka lbh sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yg lalai.”. Oleh
krn itu kemuliaan manusia bisa kita pahami dari iman dan amal saleh atau
kebaikannya dalam bersikap dan bertingkah laku di mana pun dia berada dan dalam
keadaan bagaimanapun situasi dan kondisinya. Itu sebabnya semakin banyak perbuatan
baik yg dilakukannya maka akan semakin mulia harkat dan martabatnya di hadapan
Allah SWT. Di sinilah letak pentingnya bagi kita utk berloma-lomba dalam
kebaikan sebagaimana firman Allah yg artinya “Dan bagi tiap-tiap umat ada
kiblatnya yg ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu kebaikan. Di
mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian .
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” . Jalan Menuju Amal Baik
Meskipun kebaikan kita sadari sebagai sesuatu yg harus kita laksanakan ternyata
tidak sedikit orang yg tidak antusias utk melakukan kebaikan itu. Karena itu
ada beberapa hal yg bisa dijadikan resep bagi seseorang agar bersemangat
melakukan kebaikan.
Niat yg Ikhlas Niat yg ikhlas merupakan faktor penting dalam tiap amal.
Karena dalam banyak amal di dalam Islam niat yg ikhlas merupakan rukun
terpenting dan pertama. Niat yg ikhlas krn Allah dalam melakukan kebaikan akan
membuat seseorang memiliki perasaan yg ringan dalam mengerjakan amal-amal yg
berat sekalipun apalagi bila amal kebaikan itu tergolong amal yg ringan.
Sedangkan tanpa keikhlasan jangankan amal yg berat amal yg ringan pun akan
terasa menjadi berat. Disamping itu keikhlasan akan membuat seseorang
berkesinambungan dalam amal kebaikan. Orang yg ikhlas tidak akan bersemangat
krn dipuji dan tidak akan lemah krn dicela. Ada pujian atau celaan tidak akan
membuatnya terpengaruh dalam melakukan kebaikan.
Cinta Kebaikan dan Orang Baik Seseorang akan antusias melaksanakan
kebaikan manakala pada dirinya terdapat rasa cinta pada kebaikan hal ini krn
mana mungkin seseorang melakukan suatu kebaikan apabila dia sendiri tidak suka
pada kebaikan itu. Oleh krn itu rasa cinta pada kebaikan harus kita tanamkan ke
dalam jiwa kita masing-masing sehingga kita akan menjadikan tiap bentuk
kebaikan sebagai bagian yg tidak akan terpisahkan dalam kehidupan kita ini akan
membuat kebaikan selalu menyertai kehidupan ini. Disamping cinta kepada
kebaikan akan kita suka melakukan kebaikan harus tertanam juga di dalam jiwa
kita rasa cinta kepada siapa saja yg berbuat baik hal ini akan membuat kita
ingin selalu meneladani dan mengikuti segala bentuk kebaikan siapa pun yg
melakukannya. Allah SWT telah menyebutkan kecintaan-Nya kepada siapa saja yg
berbuat baik karenanya kita pun harus mencintai mereka yg berbuat baik. Allah
berfirman yg artinya “Dan belanjakanlah di jalan Allah dan janganlah kamu
menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan dan berbuat baiklah krn
sesungguhnya Alllah mencintai orang-orang yg berbuat baik.” .
Merasa Beruntung bila Melakukan Kebakan Berbuat baik merupakan sesuatu yg
sangat mulia krn itu seseorang akan melakukan kebaikan apabila dgn kebaikan itu
dia merasa memperoleh keberuntungan baik di dunia maupun di akhirat. Ada banyak
keuntungan yg akan diperoleh manusia bila ia berbuat baik. Pertama selalu
disertai oleh Allah SWT lihat QS 16 128. Kedua menambah keni’matan untuknya
lihat QS 2 58; 7 161; 33 29. Ketiga dicintai Allah lihat QS 7 161; 5 13; 2 236;
3 134; 3 148; 5 96. Keempat memperoleh rahmat Allah lihat QS 7 56. Kelima
memperoleh pahala yg tidak disia-siakan Allah SWT lihat QS 9 120; 11 115; 12
56. Keenam dimasukkan ke dalam surga lihat QS 5 85; 39 34; 6 84; 12 22; 28 14;
37 80.
Merasa Rugi ila Meninggalkan Kebaikan Apabila seseorang merasa beruntung
dgn kebaikan yg dilakukannya dgn sejumlah keutamaan yg disebutkan dalam Alquran
maka bila seseorang tidak berbuat baik dia akan merasa sangat rugi baik di
dunia ini maupun di akhirat kelak. Bagi seorang mukmin bagaimana mungkin dia
tidak merasa rugi bila tidak melakukan kebaikan krn kehidupan ini memang harus
dijalani utk mengabdi kepada Allah SWT yg merupakan puncak dari segala bentuk
kebaikan yg harus dijalani. Manakala di dunia ini seseorang sudah merasa rugi
maka di akhirat pun dia akan merasa rugi krn apa yg dilakukan seseorang dalam
kehidupannya di dunia akan sangat berpengaruh di akhirat krn kehidupan akhirat
pada hakikatnya adl hasil dari kehidupan di dunia bila seseorang berlaku baik
di dunia dia akan memperoleh keberuntungan di akhirat disamping keberuntungan
di dunia sedangkan bila seseorang tidak melakukan kebaikan di dunia maka dia
akan memperoleh kerugian di dunia dan penyesalan yg sangat dalam di akhirat
kelak sebagai bentuk dari mengabaikan nilai-nilai Islam. Allah SWT berfirman yg
artinya “Barangsiapa mencari selain Islam sebagai agamanya maka sekali-kali
tidaklah akan diterima daripadanya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yg
rugi.” .
Meneladani Generasi yg Baik Perbuatan baik dan yg lbh baik lagi akan
dilakukan oleh seorang muslim apabila dia mau meneladani orang yg berbuat baik
hal ini menjadi penting krn dgn demikian dia menyadari bahwa meskipun
perasaannya sudah banyak perbuatan baik yg dilakukannya tetap saja dia merasa
masih sedikit dibanding orang lain yg jauh lbh baik dari dirinya hal ini akan
memicu semangatnya utk berbuat baik yg lbh banyak lagi. Karena itu idealnya
seorang mukmin bisa menjadi seperti cermin bagi mukmin lainnya sehingga
manakala seseorang mengenal dan memperhatikann dirinya akan merasakan begitu
banyak kekurangan termasuk dalam hal berbuat baik.
Memahami Ilmu Kebaikan Bagi seorang muslim tiap amal yg dilakukannya
tentu harus didasari pada ilmu semakin banyak ilmu yg dimiliki dipahami dan
dikuasai insya Allah akan makin banyak amal yg bisa dilakukannya sedangkan
makin sedikit pemahaman atau ilmu seseorang akan semakin sedikit juga amal yg
bisa dilakukannya apalagi belum tentu orang yg mempunyai ilmu secara otomatis
bisa mengamalkannya. Ini berarti seseorang akan semakin terangsang utk
melakukan kebaikan manakala dia memahami ilmu tentang kebaikan itu. Kebaikan yg
Diterima Setiap kebaikan yg dilakukan seseorang tentu harus menghasilkan
penilaian yg positif dari Allah SWT. Paling tidak ada dua kriteria tentang
kebaikan yg diterima oleh Allah SWT. Pertama ikhlas dalam beramal yakni
melakukan suatu amal dgn niat semata-mata ikhlas krn Allah SWT atau tidak riya
dalam arti mengharap pujian dari selain Allah SWT. Karena itu dalam hadis yg
terkenal Rasulullah saw bersabda yg artinya “Sesungguhnya amal itu sangat
tergantung pada niatnya.” Kedua melakukan kebaikan itu secara benar hal ini krn
meskipun niat seseorang sudah baik bila dalam melakukan amal dgn cara yg tidak
baik maka hal itu tetap tidak bisa diterima oleh Allah SWT krn ini termasuk
bagian dari mencari selain Islam sebagai agama hidupnya yg jelas-jelas akan
ditolak Allah SWT sebagaimana yg sudah disebutkan pada QS 3 85 di atas.
Akhirnya menjadi jelas bagi kita bahwa hidup ini harus kita jalani utk mengabdi
kepada Allah SWT yg terwujud salah satunya dalam bentuk melakukan kebaikan dan
masing-masing orang harus berusaha melakukan kebaikan sebanyak mungkin sebagai
bentuk kongkret dari perwujudan kehidupan yg baik di dunia dan ini pula yg akan
menjadi bekal bagi manusia dalam menjalani kehidupannya di akhirat kelak.